YOSSILIA

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
GEBYAR LITERASI, WISUDANYA PENULIS

GEBYAR LITERASI, WISUDANYA PENULIS

Mendengar kata wisuda, siapa yang tidak ingin. Kata ini kita jumpai saat saya mengenyam bangku kuliah. Tentu saja saya harus menempuhnya dengan perjalanan beretahun-tahun untuk menimba ilmu. Seelah sampai waktunya tentu akan di wisuda

Wisuda penulis? Sulit dibayangkan dan tidak pernah untuk berangan- angan jadi penulis. Tapi ini saya lakukan. Apakah ini bisa terwujud atau tidak.

Mengenal MediaGuru awalnya tawaran dari teman yang menyarankan untuk melihat status pak ihsan Muhammad. Itupun saya lakukan. Akhirnya saya menolak karena terlalu jauh tempat yang saya ikuti yaitu di Jakarta. Selain jauh saya mesti pikir panjang karena semua biaya mulai dari keberangkatan, penginapan, makan serta pendaftaran harus saya keluarkan sendiri.

Tapi angan-angan untuk menggapai kelas menulis Jakarta masih terngiang di pikiran. Akhirnya saya ungkapkan pada suami dan keluarga terutama kedua orang tua. Akhirnya suami pun mengizinkan asalkan ada dana. Kebetulan saya memanfaatkan dana tunjangan sertifikasi guru untuk pengembangan diri. Begitu pula dengan dukungan orang tua, sehingga ibu saya rela meninggalkan sang ayah, untuk menemani anak-anak saya yang masih kecil menuju langgam, begitulah pengorbanan sang ibu untuk anaknya.

Tidak ingin berangkat sendiri ke kelas menulis Jakarta, akhirnya saya menawarkan kepada teman terdekat. Awalnya teman satu sekolah, alhasil saya diledekin, kok mau sih pelatihan dana sendiri? Kalau bisa kita pelatihan dapat uang. Saya tidak menghiraukan ledekan tersebut, dan tidak membuat saya pantang surut ke belakang. Terus mencari teman ibarat seorang sales yang menawarkan dagangan, akhirnya saya berhasil membawa 4 orang teman satu kecamatan dan 1 orang teman dari kabupaten lain.

Akhirnya kami berenam mewakili provinsi Riau untuk ikut kelas menulis Jakarta yang di adakan tanggal 21-22 januari 2017. Proses Pendaftaran pun saya lakukan, terpaksa saya yang menguruskan semua transfer mulai dari pendaftaran penginapan hotel sampai tiket pesawat. Alhamdulillah semua urusan beres dan lancar.

Tiba lah hari keberangkatan, Karena Riau agak jauh kami berangkat tanggal 20 januari 2017, lebih awal dari teman teman yang lain. Sampai di Jakarta pada maghribnya. Alhamdulillah perjalanan lancar menuju hotel yang telah disiapkan panitia. Sempat bingung juga mencari keberadaan hotel yang berada di komplek RSPP, supir taksi pun ngak kenal dengan hotel ReedDoorz. Akhirnya konteks ke pak Adan, melalui petunjuk beliau akhirnya sampai juga. Kamipun langsung masuk kamar hotel dan istirahat untuk persiapan besok.

Tepatnya tanggal 21 Januari 2017, kamipun menuju tempat pelaksanaan yaitu Kementrian Gedung A. Awalnya bingung untuk berangkat ketempat pelaksanaan mau pakai apa. Akhirnya salah satu panitia yang kami panggil uni yulli menyaran kan pakai grab. Saya pun bertanya dalam hati pura-pura paham, saya kira grab itu sejenis makanan, ternyata aplikasi sejenis gojek. Tertawa geli rasanya….Salah seorang teman pun memasang aplikasi grab di Hpnya unuk memudahkan kemana kami pergi selama 3 hari di Jakarta.

Sampainya di Kementrian, suasana masih sepi belum banyak peserta yang datang, lagi-lagi moment selfi dilakukan untuk dokumentasi.

Akhirnya kamipun masuk ruangan, waktu itu pak Ihsan yang di sebut CEO atau komandan oleh teman-teman, sudah duduk manis di depan, sayapun menghampiri dan tanpa malu saya meminta untuk berfoto dengan beliau, tapi apa kata beliau “ maaf bu saya tidak bisa berfoto dengan ibu-ibu”. Akhirnya saya pun duduk kembali, maklum lah baru kenal kali ini dengan komandan.

Sesi acara pun di mulai, sebelum penyampaian materi, pak Ihsan pun menawarkan sebuah spanduk kosong yang terletak di belakang ruang, untuk di tanda tangani bagi yang berkomitmen untuk menulus buku. Satu persatu peserta pun maju. Lain dengan saya dan teman-teman Riau lainnya saling berpandangan. Saya maju duluan dan baru teman Riau lain mengikuti. Rasa cemas dan takut juga awalnya, apalagi saya awam dalam dunia tulis menulis ini, sedangkan peserta lain sudah ada buku yang ke 5, ada pula buku yang ke 7. Ah saya ngak perduli. Saya tetap berkomitmen untuk bisa menulis buku, satu buku pun jadilah.

Sesi selanjutnya pemaparan dari Pemred Eko Prasetyo. Pempred mulai membimbing dengan cara masing-masing peserta mengeluarkan kertas kemudian membuat lingkran besar di kertas, saya pun mengikutinya, setelah itu isilah lingkaran itu dengan topik yang akan di tulis, nah ini yang mulai bingung, saya pun melihat ke kiri dan kekanan, masing-masing teman dengan lancarnya menuliskan. Selanjutnya pak Eko melanjutkan dan memerintahkan peserta untuk membuat cabang-cabang lagi, tentang apa yang akan di ceritakan menjadi sebuah sub tema. Lain dengan saya yang tetap bingung dan tidak ada yan ditulis, sehingga sesi hari itupun berakhir dan kepalapun bertambah sakit memikirkan apa yang hendak diulis.

Setelah kembali ke hotel, kepala pun bertambah sakit, memikirkan apa yang hendak ditulis. Dengan susah payah dan sekuat tenaga akhirnya saya pun bisa menuliskan walaupun hanya 3 halaman, itu rasanya sudah 100 halaman begitulah sulitnya untuk memulai.

Keesokan harinya pun lanjut sesi mutilasi oleh pak Eko yang akrab dipanggail pak RT. Satu persatu teman-teman pun maju dengan PDnya. Saya tetap memperhatikan hasil mutilasi Pak RT. Bahkan ada dari satu halaman menjadi satu paragraph setelah di mutilasi. Timbullah dipiran saya ternyata semua yang kita jumpai bisa menjadi tulisan. Baru paham dan sadar.

Pelatihan kelas menulis pun usai, kami kembali ke habitat masing-masing dengan PR besar harus jadi sebuah buku. Konsultasi via online baik japri sama pak RT maupun pak CEO dilakukan.

Selanjutnya MediaGuru pun mengadakan Kelas Menulis yaitu MWC di Batu Malang tepatnya di P4TK PKn dan IPS, bermaksud menuntaskan naskah buku yang terbengkalai. Akhirnya segala jurus rayuan maut pun dilakukan sehingga suami dan keluarga pun mengizinkan. Tentunya mengeluarkan dana yang lebih banyak dibandingkan sewaktu di Jakarta.

Tim Riaupun tak mau kalah untuk ikut MWC yang diadakan tanggal 24 – 26 Februari 2017,W alaupun sempat terpisah keberangkatan, akhirnya bersatu di Jakarta dan lanjut perjalanan menuju Malang dan menuju kota Batu. Kami sempat terlambat untuk ikut acara pembukaan, tetapi ada teman yaitu bunda Tuti yang sudah bookingkan kamar.

Tempahan demi tempahan yang dilakukan oleh dua orang sang motivator yaitu pak Muhammad Ihsan dan pak Eko Prasetyo, akhirnya dua buku saya pun selesai selama di Camp, tinggal penyempurnaan jelang deadline 15 Maret 2017.

Selama di Camp tidak ada waktu tersisa untuk memanfaatkan wisata daerah setempat, selain tulis, menulis dan menulis. Lain hal nya setelah MWC usai tepatnya tanggal 26 Februari 2017 pada siang hari. Karena kami pulang ke habitat keesokan harinya, tanpa pikir panjang kami memanfaatkan waktu untuk menikmati kota Malang, sedangkan teman yang lain kembali pulang kerumah masing-masing.

Setelah menikmati beberapa tempat wisata, akhirnya kami pulang jelang maghrib ke tempat camp. Alangkah terkejutnya melihat situasi dan kondisi yang sunyi dan mencekam, hanya kami ber 6 yang tinggal. Tepatnya di gedung kerinci tak seorang pun yang kami temui termasuk satpam, tanpa pikir panjang langsung lari masuk ke kamar dan menguncinya. Suasanya semakin malam semakin mencekam ada perasaan takut ada pula sok berani, karena salah satu instruktur bunda Istiqomah sudah menawarkan sebelumnya untuk nginap di rumahnya malam itu. Tetapi Karena kami ramai dan barang banyak, akhirnya kami menolaknya, untuk teap tinggal di camp.

Setelah usai kegiatan camp, kami tak berhenti sampai di situ, kami tetap melanjutkan tulisan di habitat masing-masing, sehingga jelang deadline pun selesai.

Satu hal yang dinanti yaitu gebyar literasi wisudanya para penulis. Tepatnya tanggal 20 -21 Mei 2017, yang bertepatan dengan hari kebangkitan nasional yang menandakan bangkitnya literasi penulis ditanah air.

Seperti biasa tim Riau tak mau kalah, dan ikutan dalam acara tersebut meskipun mengeluarkan dana sendiri.

Saya pribadi sempat galau karena tangal 14 – 20 mei ada pemanggilan untuk pembekalan lomba GTK PAUD DIKMAS tingkat Nasional. Ke galauan saya pun saya konsultasikan kepada teman yang saya anggap saudara yaitu Nur Sofi. Sofi menyaran kan untuk izin kepada panitian untuk tanggal 20 mei, supaya bisa hadir di acara gebyar. Gimana harus izin tgl 20 mei sementara tiket sudah di beli dari tanggal 19 Mei, sebelum pemanggilan datang.

Kegalauan semakin memuncak, akhirnya saya sampaikan kepada salah seorang yang saya anggap adik sekaligus guru bagi saya yaitu dik Eko Prasetyo. Dik Eko menyarankan ikuti saja kegiatan dinas dan jangan kecewakan dinas provinsi, biarkan kami yang menangis,. Mendengar kata dik Eko saya samakin tambah menangis untuk mencari solusi agar saya bisa hadir di acara gebyar literasi karena saat itulah yang saya nantikan ibarat saya menantikan acara wisuda di kampus.

Akhirnya saya nekat menelpon panitia untuk minta izin tanggal 19 mei 2017, untuk menghadiri lounching buku. Panitia pun mengizinkan asalkan naskah karya tulis saya bisa selesai jelang saya izin. Alhamdulillah Ya Allah Engkau memberikan jalan terbaik.

Saya pun berangkat ke Pekanbaru tanggal 14 mei, dalam rangka TC sekaligus tanggal 19 untuk berangkat ke Jakarta menuju acara gebyar, seminggu meninggalkan keluarga. Sungguh pengorbanan dan motivasi dari keluarga luar biasa, seperti biasa sang ibu menemani suami dan anak-anak saya untuk ke langgam, dengan mengorbankan sang ayah yang di tinggalkan di Pekanbaru.

Tanggal 20 Mei 2017, Tepatlah yang dinantikan wisuda penulis, setelah perjalanan panjang dilaui untuk bisa menulis, tibalah prosesi gebyar literasi di mulai. Diawali presenter bunda Istiqomah yang dahsyat dan dilanjutkan motivasi dari CEO Muhammad Ihsan dan Komando dari Pempred Eko prasetyo acara prosesi pun di mulai. Masing-masing penulis membawa cover yang sudah di sediakan oleh MediaGuru ke depan panggung yang megah tepatnya di Kementrian Gedung A. Sungguh ibarat sebuah prosesi wisuda. Saya sempat menitikkan air mata, karena kedua orang tua dan suami serta anak-anak tidak menyaksikan secara langsung prosesi tersebut. Karena tempat yang jauh. Tetapi saya sempat mengirimkan foto-foto saya bersama cover yang saya bawa kepada anak, supaya mereka merasakan apa yang saya rasakan.

Rasa haru bertambah saat saya bisa memberikan sebuah karya kerajinan tangan yang berupa bunga dari sisik ikan kepada ibu Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar yaitu ibu Poppy Dewi Puspitawati.

Setengah hari car free day, dan lanjut pulang ke hotel sambil berkemas untuk pulang kembali ke Riau. Sempat delay selama 40 menit, saya semapt-sempatnya pamer buku di bandara, ini lho buku saya…

Sampai di bandara Sultan Syarif Qasim Pekanbaru, saya disambut oleh keluarga sambil saya mengeluarkan 2 buku saya yaitu “ Belajar di Kampus Kehidupan” dan “ Sisik Yang Berbunga”

Perjalan panjang menuju gebyar literasi wisudanya guru penulis, saya bangga menjadi bagian dari semua ini. Tanks MediaGuru yang sudah memfasilitasi semua ini….saya menemukan banyak saudara di sini…..

Langgam, 5 Ramadhan 1438H ( 30 Mei 2017)

Salam hangat dari Riau

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wow....jadi terharu bunda. Benar-benar proses yang luar biasa. Saya sangat bangga dan senang dapat mengenal dekat bunda Yossi. Luv n miss u....bunda.

31 May
Balas

Perjuangan panjang....

31 May

Kerenn bun yosss...sedikit saran, masih ada typo tulisan, ayo dibaca ulang heee...semangat Riau...

31 May
Balas

Tanks masukannya bunda... Tadi ngetik sambil mikir buru2, ingat masakan belum siap... Akan dicek ulang

31 May

Wow.. Bravo bunda, semangat yg luar biasa..

31 May
Balas

Tanks bu....

31 May

Alhamdulillah. Semangat bu Yossilia.

31 May
Balas

Tetap semangat...

31 May

Kereeen...poto tanda tangam nya kya knal....

31 May
Balas

Kereeen...poto tanda tangam nya kya knal....

31 May
Balas

Kereeen...poto tanda tangam nya kya knal....

31 May
Balas

Tanks... Pak, cuma foto tanda tanhan?

31 May

jadi terharu membacanya bunda,...selamat ya

01 Jun
Balas

Thank's bu...

01 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali