YOSSILIA

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
GURU YANG PILIH KASIH

GURU YANG PILIH KASIH

Saya adalah seorang siswi yang sekolah di salah satu SMP di daerah saya tinggal. Nama saya adalah Rika. Saya merupakan salah seorang yang bernasib tidak seberuntung teman-teman yang lain. Saya hidup sehari-hari dengan seorang nenek sampai biaya dan kebutuhan sekolah saya pun ditanggung oleh nenek, yang hanya kerja sebagai nelayan kecil-kecilan dan penghasilan yang tidak menentu, ayah sudah lama meninggal, sedangkan ibu entah dimana keberadaannya.

Selain saya ditinggalkan oleh kedua orang tua, keadaan fisik saya pun tidak mendukung. Semula saya terlahir dalam keadaan normal tanpa cacat sedikitpun. Tapi nasib malang yang menimpa saya ketika saya menginjak bangku SD. Muka saya terbakar akibat kecerobohan dengan api, sehingga keadaan bibir pun tidak normal alias tertarik keatas, yang membuat saya tidak nyaman saat berbicara.

Keadaan inilah yang membuat saya minder untuk berteman dengan teman yang sebaya dengan saya, karena mereka selalu menjauhi saya. Tapi hal ini tidak membuat saya patah semangat, walaupun tidak ada yang mau berteman, saya berteman dengan buku saja.

Hari-hari saya lalui di sekolah dengan selalu mengunjungi perpusakaan bila waktu istirahat. Hal serupa pun saya manfaatkan ketika jam pelajaran kosong atau apabila ada guru yang berhalangan hadir kesekolah.

Begitu pula dengan guru-guru saya di sekolah, hanya melihat kondisi fisik saya saja. Rasa ibapun menghantui perasaan sambil berucap “ ya Allah kenapa Engkau berikan kondisi yang serupa ini terhadapku”. Tapi setelah saya sadar, tidak ada gunanya untuk mengupat keadaan yang diberikan oleh Allah kepada saya. Saya hanya memiliki keyakinan suatu saat nanti dibalik kekurangan saya, pasti ada kelebihan yang di berikan oleh Allah kepada saya. Saya berusaha menjalani dengan ikhlas dan menerima apa adanya.

Ah pernah terucap dibenak “ alangkah pilih kasihnya guru terhadap diri saya” ataukah itu hanya dugaan saya saja. Karena apa yang saya alami, saya tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan luar sekolah.

Di SMP saya duduk di kelas VII. C, dan memiliki seorang wali kelas yang bernama bu Fitri. Lain dengan wali kelas saya ini, bu Fitri memiliki perhatian yang khusus kepada saya bahkan saya anggap sebagai orang tua saya sendiri.

Dalam Kegiatan Belajar Mengajarpun saya selalu aktif dalam menjawab bahkan dalam berdiskusi, walaupun kondisi fisik yang serba kekurangan. Tidak menghalangi semangat saya dalam menimba ilmu.

Tiba saatnya ujian semester genjil, Alhamdulillah saya menyelesaikan semua soal dengan sempurna, sehingga singkat cerita saat penerimaan raport semester ganjil saya memperoleh juara 1 di kelas.

Suatu hari ada pemilihan siswa yang akan diikut sertakan dalam lomba pramuka, lagi-lagi saya tidak dipilih oleh Pembina pramuka. Alangkah sedihnya hati ini, karena kekurangan fisik saya.

Tapi apa yang terjadi, bu fitri menjumpai Pembina pramuka tersebut dan berkata “ kenapa siswa kita Rika tidak diikut sertakan Pak?, kita jangan hanya memandang kekurangan fisiknya saja. Tapi saya yakin diantara sekian banyak siswa yang terpilih, Rika tidak kalah saing dalam ilmu pramuka maupun pengetahuan umum lainnya.

Akhirnya, tanpa mengurangi rasa cemburu dengan siswa yang lain, seleksi pun dilakukan, untuk mencari jalan terbaik dan mencari perwakilan yang siap untuk mewakili sekolah. Alhamdulillah saya pun lolos dalam seleksi tersebut.

Terima kasih bu Fitri, engkaulah sosok guru yang tanpa pilih kasih melihat kondisi fisik dan keterbelakangan saya. Tanpa melihat latar belakang dan keturunan serta paras muka nan cantik….

Langgam, 16 April 2017

Cerita ini hanya fiktif belaka, bila terdapat kesamaan itupun tanpa sengaja…

Ada pesan moral yang harus kita petik dari kisah ini, dan menjadi pembelajaran bagi guru agar tidak pilih kasih terhadap siswanya, belum tentu nasibnya kelak sama dengan kondisi fisiknya…

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Tak se keren tulisan bunda... mencoba berimajinasi

16 Apr
Balas

Kereemmm....

16 Apr
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali