YOSSILIA

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
perjalanan literasi yang tak berujung

perjalanan literasi yang tak berujung

Berawal dari sebuah kata bijak “ Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah”. Kata bijak inilah yang memotivasi saya untuk mengawali dan bergelut dalam literasi. Apakah saya bisa ? ataukah hanya mimpi. Kata bijak inilah yang mengawali saya dalam menulis dan motivasi untuk literasi.

Dunia menulis buku mulai saya kenal saat saya bergabung bersama mediaguru yang bekerjasama dengan IGI Jakarta. Awalnya hanya melihat info melalui media sosial, kemudian mencoba mempelajari akhirnya berminat untuk mendaftar. Karena tempat yang jauh akhirnya mencoba untuk menjadi seorang sales yang ikut menawarkan kegiatan tersebut kepada teman terdekat dan akhirnya dapatlah teman untuk berangkat sebanyak 6 orang. Kenapa sedikit?.Banyak alasan teman-teman yang tidak mau untuk ikut, apalagi semua perjalanan, penginapan dan kegiatan dibiayai oleh dana sendiri.

Perjalan literasi menuju Jakarta mulai dari tangal 21-22 Januari 2017, disinilah saya mulai dikenalkan bagaimana cara menulis dan dosa-dosa apakah yang penulis lakukan dalam menulis sebuah buku. Sebelum kegiatan menulis dimulai ada sebuah spanduk kosong yang terpampang di belakang ruang aula kemdikbud. Spanduk itu saya kira tempat untuk berfoto dan berselfi tipis-tipis, tapi ternyata tempat tanda tangan yang harus peserta bubuhkan bagi yang ingin berkomitmen untuk satu guru satu buku. Saya pun ikut ambil bagian dalam komitmen tersebut. Kegiatan praktek dalam menulis, sampai sesi mutilasi tulisan. Semula bingung apa yang hendak ditulis, berkat bimbingan dari pak Eko Prasetyo dan motivasi yang tinggi dari Pak Muhammad Ihsan, semua kebingungan bisa diatasi. Pak Eko berpesan” tulislah apa yang ada dalam pikiran dan biarkan mengalir tanpa harus memikirkan apa yang hendak kita tulis”. Urusan judul itu bisa belakangan. Setelah kegiatan pelatihan di Jakara usai dan kembali ke daerah masing-masing, tugas menulis dilanjutkan.

Perjalanan literasi selanjutnya melalui Mediaguru Waiting Camp (MWC) yang diadakan di P4TK IPS dan PKn di Kota Batu Malang yang dilaksanakan pada tanggal 24 – 26 Februari 2017. Rintangan untuk ikut camp ini berawal dari dana yang cukup tinggi karena perjalan yang jauh, semua ada jalan yang diberikan Allah asalkan mempunyai tujuan dan niat yang baik. Camp ini bertujuan menuntaskan naskah yang ditulis karena komitmen satu guru satu buku akan lounching bertepatan dengan hari pendidikan nasional di bulan mei. Di sinilah saya bisa menuntaskan 2 buah buku yang berjudul “ sisik yang berbunga” dan Belajar di Kampus Kehidupan”.

Semula anggapan menulis dan menerbitkan buku hanya ada diawang-awang saja, tapi berkat kerja keras dan selagi ada kemauan semua bisa diatasi dan dilalui.

Perjalan literasi yang tak berujung saya tempuh juga melalui kegiatan yang ditaja oleh IGI Pusat bekerja sama dengan IGI wilayah Pekanbaru. Awalnya informasi saya ini saya peroleh dari facebook teman yang mengajak unuk ikut bergabung. Saya coba untuk mempelajari dan ikut mendaftar secara online. Jurus sales pun saya lakukan untuk mengajak teman-teman terdekat terutama satu sekolah. Apa yang mereka jawab? Lagi-lagi biaya sendiri ogah dan tidak mau. Hanya beberapa teman terdekat yang bisa saya bawa. Selain itu saya juga promo ke salah seorang boleh dikatakan mantan guru saat saya berada dibangku sekolah MAN. Semangat yang luar biasa dari guru saya tersebut untuk ikut bergabung dalam kegiatan satu buku satu guru yang ditaja oleh IGI wilayah Riau.

Kegiatan Satu Buku Satu Guru ini berlangsung selama 2 hari mulai dari tanggal 1-2 april 2017 yang bertempat di LPMP Pekanbaru. Yang dihadiri oleh 103 peserta yang tersebar di wilayah Riau. Semangat dan antusias dari peserta yang luar biasa. Ada yang melakukan perjalanan dengan menghabiskan waktu sampai 7- 9 jam perjalanan. Semua pengorbanan yang dilakukan peserta sunguh dahsyat mulai dari biaya pendaftaran, perjalanan, makan semua dari dana mandiri yang dengan tujuan untuk mendapakan ilmu dan pengembangan diri, selain itu juga pengorbanan dihari minggu yang biasanya waktu libur diisi dengan kegiatan dan aktivitas bersama keluarga, kali ini waktu dikorbankan untuk menimba ilmu menulis.

Semua keikhlasan dan pengorbanan tidak sia-sia. Allah pasti akan membalasnya. Akhirnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pun memanggil saya untuk ikut pelatihan literasi guru dikdas yang dilaksanakan pada tanggal 3 – 7 April 2017 di Solo. Kali ini tidak lagi biaya sendiri tapi biaya pemerintah. Akhirnya terjawab sudah bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian.

Sungguh perjalan literasi tak berujung…..

Mudah-mudahan ada pemanggilan lagi….

Langgam, 15 April 2017

Salam Satu Guru Satu Buku.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Woww..perjalanan yang membuahkan hasil ya bun..semoga sukses selalu..

15 Apr
Balas

Luar biasa... Salut.. Saya harus banyak belajar dari bu Yosi. Semangatnya patut diteladani. Karyanya menjadi saksi. Betapa beruntungnya mereka yang telah jatuh cinta pada literasi.

15 Apr
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali