YOSSILIA

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
ULASAN KU TENTANG BUKU “ MADRASAH TERBAIK ITU IBU”

ULASAN KU TENTANG BUKU “ MADRASAH TERBAIK ITU IBU”

Gebyar literasi yang di gelar oleh MediaGuru bersama Kementrian yang diselenggarakan dalam rangka lounching buku para penulis yang tergabung dalam MediaGuru, bertepatan tanggal 20 – 21 Mei 2017, yang bertepatan dengan hari kebangkitan nasional, sudah tenu moment ini juga dimanfaakan untuk kebangkitan literasi di tanah air. Beberapa buku karya guru diikutkan dalam pameran pekan pendidikan dan kebudayaan yang bertempat di lippo puri indah mall.

Tidak kalah moment saat peserta mempromosikan masing-masing buku diarea kementrian sampai ke monas dan bundaran HI. Ada yang membawa buku yang sudah di cetak oleh MediaGuru, dan ada juga yang membawa cover buku yan telah dicetak dalam bentuk bingkai, serta spanduk.

Sebelum melakukan orasi, Pak Ihsan membagikan buku-buku karya guru yang kebetulan hanya tercetak terbatas. Saat itu kebetulan saya meminta buku bunda Istiqomah yang berjudul Madrasah terbaik itu Ibu. Saya menyimpannya dalam tas.

Kebetulan saat melakukan orasi saya sempat berdampingan dengan bunda Istiqomah yang menulis buku berjudul “Madrasah Terbaik itu Ibu’. Tanpa malu bunda Istiqomah membawa 2 buah buku yang terletak di tangan kiri dan tangan kanannya, sambil mempromosikan buku layaknya seorang sales yang berjualan mempromosikan dagangannya.

Saya hanya melihat dari kejauhan begitu antusiasnya bunda Istiqomah dengan semangatnya mempromosikan ini lho buku saya….Saya jadi penasaran dengan buku Madrasah terbaik itu Ibu. Untungnya saya sudah meminta buku tersebut kepada bunda Istiqomah, yang nantinya bisa say abaca.

Saya baru sempat membaca buku Madrasah Terbaik itu Ibu, saat memasuki Ramadhan, karena saat inilah waktu banyak kosong di sela-sela kesibukan sebagai seorang pendidik, yang mesti harus menuntaskan pengolahan nilai sampai dengan mengisi raport.

Setelah saya membaca buku Madrasah terbaik itu Ibu, saya coba memberikan ulasan tentang isi buku yang wajib di ketahui oleh seluruh ibu yang ada di dunia.

Banyak pelajaran dan pesan moral yang dapat kita ambil hikmahnya terutama dalam mendidik anak diera modern ini, agar kita sebagai ibu jangan salah dalam mendidik anak.

Pelajaran yang dapat diambil hikmahnya, saat penulis buku Madrasah Terbaik itu Ibu, mengungkapkan suatu permasalahan ketika anak kedua memiliki sifat yang jauh dari kehendak orang tuanya, bahkan tidak sama dengan sang kakak dan adik yang selalu berprestasi dalam belajar dan selalu mendapat rangking. Anak kedua yang sering di panggil dengan Le. Suatu hari sang ibu malu dipanggil oleh guru BP, karena sering bolos dalam belajar bahkan sering main PS diluar rumah, sementara sang ibu sudah menyediakan semua fasilitas tersebu dirumah. Bahkan orang tua sudah mengikutkan anaknya untuk bimbel tapi kenyataan sang anak tidak juga memiliki prestasi dalam belajar.

Melihat kondisi anak nya yang semakin hari sulit untuk diatur, sementara sang ibu adalah seorang pendidik, bahkan sang kakak sudah menasehati sang adik, apakah kamu ngak kasihan sama Umy dan Aby. Kedua orang tua sepakat setelah tamat SMP akan di lanjutkan ke Pesantren, dengan harapan agar anaknya lebih terbimbing dan terarah dalam belajar.

Setelah setahun sekolah di pesantren sudah cukup membuat anaknya lebih baik, bahkan hapal beberapa surat di luar Jus Amma, bahkan semakin santun kepada kedua orang tua serta sayang kepada adiknya. Suatu hari sang anak dipindahkan dari pesantren ke sekolah SMA, karena sang anak merokoknya semakin banyak, hal ini dikeahui oleh orang tua karena sang anak harus pulang dalam satu bulan dua kali karena asma nya kambuh.

Orang tua semakin sadar bahwa di Pesantren anak nya tidak terlepas dari rokok, walaupun pendidikan agamanya baik. Kesadaran orang tua bahwa rumahlah tempat terbaik untuk mendidik anak, apalagi anak yang bermasalah.

Hari-hari dilalui sang anak sekolah di SMA, dengan sang anakpun tanpa meninggalkan sholat dan ngajinya. Sang ibu semakin sadar bahwa tidak selamanya anak bisa dipaksa untuk selalu mendapatkan rangking dalam belajarnya. Sang ibupun mengubah pola asuh yang selama ini sang ibu selalu menuntut anak yang selalu harus dapat rangking dalam belajarnya, serta ibu membebaskan bergaul dengan siapa saja asalkan sholat jangan di tinggalkan.

Suatu saat anak melihatkan kepada ibu hasil try outnya, ternyata anaknya lulus, bahkan ada temannya yang tidak lulus. Akhirnya sang ibu menangis minta maaf kepada anaknya yang selama ini hanya egois yang meminta anaknya selalu seperti kakak dan adiknya yang selalu beprestasi. Nah pelajaran bagi kita tidak selamanya kesuksesan itu karena peringkat kelas, tapi kita harus juga melihat bakat yang sang anak miliki.

Orang tua harus sadar akan bakat anaknya karena ada calon seniman yang tidak butuh nilai matematika, ada calon pengusaha yang tidak butuh nilai pelajaran sejarah dan sastra, ada calon musisi yang tidak butuh nilai kimia, ada calon olahragawan yang lebih mementingkan fisik daripada pelajaran fisika. Jadi biarkan anak menentukan bakatnya dan jangan tuntut untuk sebuah rangking penenu kesuksesan

Satu hal yang terpenting dalam buku Madrasah Terbaik itu Ibu adalah suatu pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya jangan selalu mengutuk tanpa sadar pada anak-anaknya yang nakal dan sulit diatur, misalnya dengan mengucapkan kalimat “ kamu itu nakal sekali, mau jadi apa kelak?”, “ Terserah apa maumu, Ibu sudah tak sudi mengurusi kamu.” Dan masih banyak kalimat kutukan yang tidak sadar diucapkan oleh seorang ibu. Kalimat yang kita ucapkan tentunya akan membuat Allah murka karena telah menyakiti hati sang ibu. Tentunya kalimat yang kita ucapkan tidak berbalik kepada anak, maka seorang ibu harus memiliki modal keikhlasan dalam mendidik anak baik keikhlasan dalam kenakalan anaknya, dan selalu memaafkan kenakalan anaknya.

Banyak hal yang perlu di baca oleh seorang ibu dalam mendidik anaknya terutama dalam buku “ Madrasah Terbaik itu Ibu” . Terima kasih yang tak terhingga saya ucapkan kepada pengarang yaitu Bunda Istiqomah yang sudah memberikan saya buku, banyak hal yang perlu di pelajari terutama dalam mendidik anak dalam keluarga adalah peran kita seorang ibu… tidak semata-mata harus di serahkan kepada pihak sekolah…

Semoga lebih banyak ibu-ibu yang lain membaca buku “ Madrasah Terbaik itu Ibu”. Rasa Penasaran saya terjawab sudah setelah membaca buku bunda Istiqomah. Tidak hanya kisah inspiratif, tetapi dilengkapi parenting dan refleksi yang sangat bermakna bagi seorang ibu….

Selamat membaca buku “ Madrasah Terbaik itu Ibu”… Bisa mewek bacanya….Maaf Bunda ulasan saya tidak sempurna....

Langgam, 5 Juni 2017

10 Ramadhan 1438 H

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Subhanallah, pengen nangis rasanya.

05 Jun
Balas

Silahkan nangis dik... Thank's komennya.. Saya baru belajar nembuat ulasan...

05 Jun

Matur nuwun Bu Yosi. Sebuah buku tanda cinta kasih pada para ibu.

06 Jun
Balas

Buku yg luar biasa bunda...

06 Jun

Matur nuwun Bu Yosi. Sebuah buku tanda cinta kasih pada para ibu.

06 Jun
Balas

Kerenn..bun Yoss..

05 Jun
Balas

Saya pingin baca buku bunda hati yang retak... Saya tunggu

05 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali